about ARTE Indonesia Arts Festival

New Adjustment

Di akhir 90an, gelombang media dan teknologi informasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari apa yang disebut sebagai kebebasan dan perubahan. Hal ini didukung pula oleh berkembangnya peredaran hardware dan software bajakan di Indonesia. Sehingga memicu perubahan yang radikal dalam kaitannya dengan bagaimana budaya visual dan proses artistik dikerjakan, disebarkan hingga dikonsumsi oleh publik. Kehadiran internet menjadikannya sebuah wilayah pertarungan baru, bukan hanya bagi seniman namun juga bagi warga, pemerintah, korporasi dengan beragam ideologi dan kepentingan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, perkembangan seni media baru ini menjadi salah satu wacana penting dalam ranah seni rupa kontemporer di Indonesia. Kehadirannya memperkaya praktek seni rupa di Indonesia dengan munculnya sebuah estetika baru. Di tengah perkembangan masyarakat kontemporer telah banyak seniman yang menggunakan medium berbasis pada perkembangan teknologi komputer, manipulasi digital, internet dan audio visual sebagai sebuah medium ekspresi. Seniman menggunakannya sebagai sebuah cara baru dalam menciptakan citraan-citraan, yang dengan kekhususan tertentu hanya dapat dicapai oleh medium ini, misalnya gagasan waktu dalam medium video atau citraan-citraan yang hanya dapat dicapai melalui manipulasi gambar digital seperti dalam animasi, kolase, efek digital, maupun karya cetak digital serta interaktifitas. Konsep apropriasi sebagai sebuah strategi artistik juga telah mendapatkan keleluasaan dari terbuka luasnya found image dan found footage yang sangat mudah didapatkan dari internet, sebelum akhirnya diolah dengan menggunakan perangkat lunak penyunting dan pemanipulasi gambar atau video.

Hal lain yang juga muncul dari teknologi digital adalah sebuah kesadaran distribusi yang berbeda, ketika para seniman juga menggunakan seluruh kelebihan medium ini dalam hal penyebaran yang tidak terbatas yang kita temui dalam dunia virtual melalui blog, social media, serta platform berbasis internet dan viral lainnya. Ini merupakan sifat khusus lain yang hanya dapat dicapai oleh medium digital, yang selalu menjadi menjadi tujuan dari seniman, yaitu mendekatkan karyanya dengan publik.

Pameran ini akan memperlihatkan presentasi karya-karya berbasis teknologi dan digital yang menunjukkan sebuah strategi artistik baru. Juga karya-karya dengan pendekatan lain yang merupakan sebuah pernyataan atau gagasan artistik seniman dalam melihat atau mengkritisi budaya teknologi dan digital di masyarakat kontemporer kita. Dipengaruhi oleh latar belakang generasi seniman yang tumbuh pada akhir tahun 90an hingga saat ini, ketika budaya digital berkembang pesat di Indonesia. Lebih jauh lagi dalam pameran ini kita dapat melihat sebuah gambaran beragam atas bagaimana perkembangan budaya teknologi dan budaya digital secara luas di masyarakat.

Ade Darmawan Kurator untuk pameran ARTE Indonesia Arts Festival 2013 Jakarta Convention Center, 29-31 Maret 2013.

-----------------------------------------------------------

Display of AMAGUMO at ARTE, Jakarta Convention Center, 29-31 Maret 2013

with Ykha Amelz